Friday, 10 June 2016

Just Reflection kawan :)

Assalamu'alaikum Wr. Wb
Hello 
Heloo 
Gaes
Lama sudah kiranya tidak mencorat coret lagi blog ini, Entahalah sudah berapa banyak hal yang tidak aku rekam lagi dalam blog ini, ada banyak pelajaran yang ternyata baru aku sadari, perjalanan yang sangat penting bagiku tentang hidup ini, bagaimana memandangnya dan menjalaninya.
Setelah disetujuinya beasiswaku jujur aku jauh lagi dengan yang namanya Tuhan padahal sebelum itu Dia adalah satu-satunya zat tempat aku memelas untuk hidup yang lebih , yah betapa munafiknya diriku, munafiknya hamba manusia. Baru saja di uji oleh kenikmatan yang seujung jari sudah lupa darimana asalnya padahal hal tersebut jika dikaji adalah sebuah tanggung jawab yang harus di emban dan dituntaskan dengan baik. 
Jenjang waktu mulai kuliahku yang agak lama mebuat aku banyak belajar teuantang banyak hal yang telah aku lalui terutama kekuranganku, hal-hal buruk yang masih kusimpan. Selama rentang waktu itu aku menyadari bahwa komunikasi dalam kehidupan adalah segalanya. Komunikasi vertikal dengan Tuhan dan Manusia merupaktan inti dari kehidupan. Kedua hal itu tidak mungkin dapat dibangun dalam waktu semalam butuh waktu panjang, segala unsur dapat mempengaruhinya terutama pendidikan karakter, 
Sayangnya kawan hal tersebutlah yang aku sadari sangat kurang dalam hidupku, karakterku yang acuh, keegoisan dan kesombongan benar-benar menyelimuti hampir seluruh hidupku selama ini. Mungkin telat bagiku untuk menghapusnya namun selama itu adalah untuk sebuah kebaikan tidak ada salahnya. Sudah berapa banyak orang yang mungkin aku kecewakan hanya gara-gara komunikasi yang buruk. 
Aku mencoba memahami bahawa akar dari itu semua bukanlah sebuah pengaruh dari intelegensi akademik tetapi lebih dari itu mentalku lah yang lemah. Bekal ilmu dan penerapan emosional dan spritualku sangat jauh dari kata cukup atau baik untuk membuat sebuah pondasi karakter pribadi yang baik yang tentunya juga mempunyai suatu komunikasi baik. 
Jika kau bisa dengan teliti lagi bahwa kegagalan setiap manusia bukan karena mereka tidaklah pintar atau cerdas dalam bidang akademik tetapi karena tingkat kontrol diri terhadap emosi dan spiritualnya yang sangat buruk yang menjadi faktor utama. 
Kedua hal tersebut aku sadari terbentuk dari kecil, namun bukan berarti tidak bisa dipelajari ketika telah dewasa. Bagiku diantara beberapa orang di dunia ini ada yang mendapatkanya dari keluarga artinya sudah tertanam melalui didikan dari kedua orang tua dan lingkungannya sejak kecil namun ada juga yang tidak mendapatkannya. Mungkin aku salah satu orang yang tidak mendapatkan atau aku yang tidak menyadari dan menangkap hal tersebut. Yang jelas aku sangat menstentyukuri apa yang sudah kedua orang tuaku beri sejak kecil, kasih sayang mereka bahkan hingga aku dewasa. Kenyamanan yang mereka berikan karena kasih sayang mereka yang tulus mungkin membuat aku nyaman sejak kecil sehingga pemikiran yang tertanam diotakku sejak kecil aku tidak perlu berpikir keras tentang dunia luar lagi, well yah itu salahku. 
Terus hubungannya apa sama komunikasiku yang buruk, emosional dan semacamnyya..?
yup kenyamanan yang diberikan oleh kedua orang tuaku membuat aku memlih waktuku lebih banyak dirumah karena bagiku rumahku istanahku dari dulu, well ini salahku lagi. 
Keadaan itu membuat aku jarang berinteraksi dengan dunia luar dengan dunia sosial, sifat minder dan malu secara langsung terbentuk, sehingga menjadikan aku tidak mandiri. 
Nah ketika aku kuliah dan membuat aku jauh dari rumah baru aku tahu deh dampaknya yang bener-bener terasa, eits namun pada saat itu aku belum menyadarinya secara penuh walaupun pada saat itu aku lebih terbuka dengan ikut berbagai kegiatan organisasi didalam maupun di luar kampus, namun itu tidak cukup kawan karena pada saat itu setelah aku sadari sekarang emotional dan spritualku jauh dari kata baik, That's why may be some problems i could'nt handle it...Bodohnya saat itu juga aku belum mau belajar dan menganggap diri paling the bestlah dalam setiap hal, yaelah ya kan sombong dengan muka yang sedikit menjengkelkan orang lain, Kalau ada temanku atau para guru hingga Dosenku yang membaca refleksi ini aku mohon maaf sebesar-besarnya. 
Tapi aku sangat bersyukur sekarang karena Tuhan selalu punya cara agar umatnya dapat memperbaiki dirinya tinggal bagaimana kitanya mau atau tidak menerima hidayah yang diberi. 
jadi ingat nih gaes ada firman Allah dalam al-quran yang seperti ini

“Sesungguhnya Allah tidak akan merubah nasib suatu kaum, kecuali kaum itu sendiri yang merubah apa-apa yang ada pada diri mereka ” (QS.13:11)

PR bagi pribadiku memanng banyak tapi aku yakin dimana ada kemauan untuk berubah pasti bisa apalagi untuk sebuah kebaikan, buang jauh-jauh kata sulit dan ganti dengan mudah karena satu hal yang baru aku pelajari bahwa apa yang kita ingin dapatkan tergantung dari prasangka kita gaes, so just positive thinking.
Oh ya aku menulis ini tidak bermaksud apa-apa hanya sekedar membagikan pikiran dan sapatahu ada diantara kalian yang mempunyai sifat mirip-mirip. Tapi aku harap seh g da yah, :)hehehe..
Yuk berbuat lebih baik lagi. 


"Change has a considerable psychological impact on the human mind. To the fearful it is threatening because it means that things may get worse. To the hopeful it is encouraging because things may get better. To the confident it is inspiring because the challenge exists to make things better".
 King Whitney Jr.

No comments:

Post a Comment