Friday, 22 January 2016

Cinta Boleh Buta Tapi......... ??

Kepulanganku dari Mataram ke kampung halaman tercinta setelah beberapa hari liburan di Mataram cukup menyisipkan beberapa kisah yang menggodaku untuk membagikannya terutama saat perjalanan menggunakan kapal fery.  Seperti biasanya jika menaiki kapal fery aku selalu berangkat pagi, hal ini untuk menghindari perjalanan darat sore hari ketika tiba di Sumbawa yang sering hujan.
Singkat cerita baru menaiki kapal aku dan adikku duduk di ruangan VIP namun karena AC nya mati akhirnya kami pindah ke kursi luar untuk mendapatkan desiran angin. Maklumlah cukup gerah berada di dalam ruangan sebelumnya.
Ketika ku duduk kuperhatikan disampingku terdapat seorang pria dengan seorang bule. Bulenya menurutku sangat cantik dengan hidung yang mancung. Awalnya aku menduga bahwa pria ini adalah guide yang siap mengantarkan si bule kemanapun si bule ingin pergi.Tapi ada banyak keraguan saat itu soalnya sekilas ku lihat mereka berdua cukup mesra.  Rasa penasaran yang sangat besar menggodaku untuk menyapa si pria , mencoba untuk berkenalan. Akhirnya dengan sedikit mengubur rasa malu, aku akhirnya dapat bercakap dengan si pria, ternyata namanya bang Tam.
Setelah basa basi ternyata bang tam emang guide yang kerja di gili terawangan, tapi bentar dulu ternyata bulenya ini bukan tamu bang Tam tapi istrinya. Woow aku sempat terkejut, nama bule ini Meri asalnya dari german , jauh juga yah dari Indonesia. Kata bang Tam dia baru menikah dan mau liburan dulu ke Sumbawa sebelum istrinya balik ke German mengurus beberapa berkas. Bang tam cerita kalau dia dan istri ketemu di gili terawangan awalnya saat itu istrinya liburan, dan memang pada awalnya sangat susah menyatukan. Yang pertama masalah budaya yang jauh beda, belum lagi agama, pokoknya sangat banyak perbedaan yang harus mereka satukan agar dapat melangsungkan pernikahan, alhasil dengan kepercayaan dan kerja keras mereka dapat menikah. Saya cukup kagum dengan mereka karena dapat saling memahami walaupun beda agama, apa itu yah yang disebut love is blind. Tapi pesan bang Tam walaupun cinta itu buta n menyatukan perbedaan tapi jangan sampai sebagai bangsa Indonesia kita kehilangan jati diri kita, budaya ketimuran kita harus tetap dipertahankan karena hanya dengan itu kita disegani oleh orang luar. Cinta mungkin memang buta tapi ia tetap menggunakan rasionalitas dan logika.
Hari itu cukup memberikan beberapa pelajaran kepada saya dan akhirnya pertemuan kita diakhiri dengan meminta kontak WA siapa tahu kita dapat bertemu lagi.


Thursday, 7 January 2016

Don't Lie With Your Ability

Hai sobat, akhir tahun kemarin saya mendapat satu pelajaran yang sangat berharga dalam hidup saya, tepatnya bulan Desember 2015 untuk tanggalnya saya tidak ingat lagi. Jadi pada saat itu saya mengikuti suatu tes untuk dapat bergabung dengan sebuah lembaga kursus yang memberikan kursus bahasa inggris gratis. ELTA ialah nama dari lembaga tersebut. Lebih tepatnya ELTA bukanlah sebuah lembaga akan tetapi sebuah program dari Australian Award Scholarship yang diperuntukkan untuk calon pelamar beasiswa AAS yang skor  IELTSnya masih kurang dari 5.0
Bagi saya tentunya program tersebut adalah sebuah kesempatan emas mengingat saat itu kemampuan bahasa inggris saya masih jauh dari cukup walaupun sekarang juga belum ada perubahan loh. Sebenarnya tujuan saya mengikuti program ELTA bukan untuk mempersiapkan diri saya untuk melamar beasiswa AAS karena pada hakikatnya saya telah ditetapkan lulus beasiswa Afirmasi LPDP akan tetapi saya tidak mendapatkan pengayaan bahasa, Alasan dari pihak LPDP karena saya telah diterima di salah satu universitas negeri. Sehingga murni untuk meningkatkan kemampuan bahasa  inggris saya.
Sebelum mengikuti tes tentunya saya juga mempersiapkan diri untuk tes tersebut. Adapun tesnya adalah tes tulis. Uniknya pada tes ini bukan nilai tertinggi yang akan lolos akan tetapi, yang lolos adalah mereka yang mempunyai nilai ataupun kemapuang bahasa inggris rentangan diatas 4.5 dan dibawah 5.0. Bagi saya kriteria tersebut cukup membingingkan, jadi saya bertanya kepada sahabat saya yang juga pernah tidak lolos dan juga lolos tes tersebut. Dia menyarankan untuk menyalahkan beberapa soal jangan sampai benar semua sehingga nanti nilanya bisa berada dikisaran tersebut,  
Hari tes pun tiba, dengan percaya dirinya saya pun membuka lembaran soal tersebut, wah benar ternyata soalnya sangat mudah. Dengan congkaknya saya menjawab soal tersebut, tidak lupa juga saya menyalahkan hampir 30 persen jawabannya.Tidak seperti tes biasa yang lama memberikan pengumuman setelah tes sehingga pesertanya merasa di PHPin ELTA langsung memberikan pengumuman tes besok paginya. Hari pengumuman pun tiba walaupun hanya sehari namun bagi saya cukup menegangkan namun saya sangat yakin bahwa saya akan lolos. Sekitar Pukul 8.00 tepatnya di Balai Kepegawaian Daerah dengan Percaya dirinya saya menunggu datangya para penyeleksi yang terdiri dari seorang bule dan dua laginya adalah WNI, 10 menit berlalu pengumuman pun ditempel di tembok  dekat pintu kantor BKD, Saya pun langsung berlari melihat pengumuman tersebut,
Ternyata,,,sungguh pupus rasanya kepercayaan diri dan harapan saya seketika setelah melihat saya ternyata tidak lolos. Ditambah lagi kekecewaan saya bukan hanya karena tidak lolos saja akan tetapi tidak lolos saya karena underqualified yang artinya kemampuan saya dibawah rata-rata, karena ada juga yang tidak lolos karena overqualified , hal ini berarti mereka tidak lolos karena sudah lewat kriteria, kemampuannya bahasa inggrisnya diatas 5.0.
Hal tersebut tentu memukul semangat saya untuk belajar, akan tetapi saya menyadari itu adalah sebuah kesalahan saya, bahwa sebenarnya kemampuan saya mungkin hanya di rentangan tersebut jadi tidak perlu disalah-salahkan lagi artinya saya menipu orang lain dan diri sendiri. Mungkin itu adalah letak ketidaksungguhan dan ketidakpercayaan diri terhadap kemampuan bahasa inggris yang saya miliki atau mungkin saya telah menipu kemampuan saya sendiri dengan percaya diri seakan saya sudah hebat sehingga pantas untuk menyalah-nyalahkan sebagian besar jawaban padahal belum tentu jawaban yang sudah saya isi itu benar. 
Terlepas dari itu semua itu menjadi pelajaran bagi saya bahwa kejujuran dan kesungguhan dalam mengerjakan sesuatu itu penting. Jujur akan apa yang dimiliki termasuk kemampuan diri sendiri dalam hal apapun adalah hal yang tidak bisa ditawar lagi. Jujur berarti tidak untuk merendahkan kemampuan yang dimiliki dan jujur untuk tidak meninggikan kemampuan diri sendiri dari kemampuan sebnarnya. So be the best with yourself brother.